vdl1jvhUREXimeotdlAVPOH1KmIdVXgDADlOoIMv
Bookmark

kata kata cinta, Puisi Angin Malamku

Puisi Cinta/rindu
Judul: Angin Malamku
Oleh : Adhoetz

Kumpulan puisi Kata kata cinta romantis untuk “dia”, kapada sang rembulan apakah salamku telah kau sampaikan kepadanya? atau sengaja kau simpan sebagai kenangan agar sang malam bisa menertawakanku

Dia mengajaku untuk menari, meski terlihat malu-malu, namun wajahnya jadi terlihat cantik dengan sedikit guratan cahaya.
dia berbisik padaku, “aku mengenalmu sebelum rindu ini membelaimu ”
di sisi lain dalam suatu sudut aku hanya bisa tertawa

Wahai angin malamku..
Sampaikan salamku untuk seseorang yang sangat memukau
Wahai sang angin malam..
Ingatkan aku dengan suara desiran ombak yang akan membawaku pergi
Wahai angin malam ku..
Bisikanlah kata kata cinta dalam rinduku kepada sang samudera
Wahai engkau angin malam..
Bawakanlah embunku pada sang mentari, dan Antarkanlah arus hidupku pada sang bintang

Ketika cinta sudah bersemi di antara suatu kejujuran.
Dan disaat gejolak rindu sudah merasuk kedalam jiwa..
Sering kudengar kalimat indah ini keluar dari bibirmu…
Selalu terasa begitu lembut cinta kasihmu..

Terdengar seperti lantunan kata kata cinta dalam alunan melodi yang indah..
Terlukis seperti goresan pelangi yang maha sempurna…
Semakin lama semakin terasa ada suatu perbedaan..
Kisah cinta yang kini sudah berumur, tersasa tidak seperti dulu yang sangat indah.. Kurasa kini kau telah banyak berubah..

Dalam balutan keheningan pada malam ini, aku tertuju kepadamu.
Sosok indah yang memecah dalam tajuk pikiranku
Seperti di ibaratkan serpihan kaca yang terlempar hingga hancur
Terpudarkan oleh irama yang menjadi lebur

Salah satu bagian dari kata cinta yang terpudarkan

Terus meronta di dalam hati, dari kata kata cinta yang gundah.
Dipadukan dengan sesaknya ruangan di kamar ini yang penuh dengan penyesalan
Tidak tersentuh balutan malam yang kuridukan

Ketika jemu melanda, ada setitik cahya harapan yang terlihat, “selembar kisah baru terungkap, terpampang jelas tentang “kita”,

Waktuku lambat mengalir,
terhitung  dari setiap detik demi detik,
kulalui dengan bersandar pada harapanmu,
bahkan harapanmu membawaku dalam keadaan yang jemu,

Menghilang secara jelas dan terurai, bukan tentang ribuan harapan yang ada, tapi ada satu harapan yang terukir di hati dengan sangat indah, yaitu
“Ketika semu membias lalu menghilang”

Posting Komentar

Posting Komentar