vdl1jvhUREXimeotdlAVPOH1KmIdVXgDADlOoIMv
Bookmark

Curahan Hati Perempuan | Tentang Rasa

Curahan hati perempuan tentang Rasa

Sebuah curahan hati Perempuan yang menyayat hati, Seperti biasa pagi itu aku terbangun dari tidurku,ku buka jendela kamarku dan ku hirup udara sejuk pagi itu dan menikmati hangatnya mentari.

Aku tau waktu itu aku tidak ada aktivitas apapun selain terus memegangi handponeku itu. Ku buka handphone ku dan ku buka sosial media dari mulai facebook, twitter, dan instagram.Aku buka instagram terlebih dahulu,dan di dalam nya ada sebuah akun yang di private yang dua hari ke belakang aku follow namun tak pernah di falback.

Yaa akun itu berisi seorang wanita teman sekolahku dulu, dengan rasa penasaran aku coba beberapa kali mengirimi dia pesan, dengan harapan dia bisa membaca atau membalas pesanku tersebut, tapi sekian lama, sekian banyak pesan yang aku tulis tak pernah di baca ataupun di balasnya..

Aku tak bermaksud apa-apa, hanya saja aku ingin tahu kabar sahabatku itu, o iya sahabatku itu bernama nita, sudah lama sekali aku tak bertemu dengannya mungkin hampir 15th lebih.

Ini ceritaku bermula dari temanku yang memberi kabar, bahwa nita sekarang sombong, akupun penasaran apakah seorang gadis yang aku kenal baik dulu sekarang berubah, entahlah.

Rasa yang penasaran

Dengan rasa yang penasaran itu, timbulah hasrat untuk memilikinya, ya dengan segala hormat aku jauh di bawah dia, aku hanyalah seorang lelaki biasa yang jauh dari kata sempurna, hampir tiga tahun lamanya aku mengejarnya, dengan harapan aku bisa bersamanya atau paling tidak bertatap muka sekejap saja, dan hasil nya tidak seperti yang ku inginkan..

Aku pernah mengirimkan kado sebanyak 3kali, dalam setiap ulang tahunnya, ya sebagai bukti aku peduli padanya, ku kirim kado itu beserta tulisan2 kegelisahan hatiku padanya, tak lupa ku tuliskan no hp ku di bawah tulisan tersebut, sampai aku sendiri bingung dan bertanya sendiri, aku ini kenapa sampai memperjuangkan wanita yang belum tentu jodohku, ini cinta mungkin entahlah..

Dan pada akhirnya aku menyerah, aku pasrah rasa jenuh membosankan berkumpul di pikiranku, sekarang aku tak lagi menghiraukan perasaanku itu, dan biarlah Tuhan yang menentukan..

Posting Komentar

Posting Komentar