vdl1jvhUREXimeotdlAVPOH1KmIdVXgDADlOoIMv
Bookmark

Ide Bisnis, Hal Yang Perlu Kamu Pertimbangkan Ketika Mengembangkan Ide Bisnis

Hal Yang Perlu Kamu Pertimbangkan Ketika Mengembangkan Ide Bisnis

Jika kamu memutuskan untuk memulai bisnis baru, kamu perlu mencurahkan waktu untuk memperdalam konsep bisnis. Salah satu keuntungan terbesar menjadi seorang pengusaha adalah kamu dapat mengerjakan sesuatu yang menarik dan mempesona kamu. Sayangnya, gairah tidak selalu menghasilkan keuntungan.

Cari, cari, dan cari!. . Semakin banyak informasi yang kamu kumpulkan tentang permintaan potensial untuk produk atau jasa kamu, pesaing kamu, kebutuhan dan keinginan pelanggan potensial kamu, maka akan semakin besar kemungkinan keberhasilannya. Sebelum memulai bisnis, kamu perlu mengevaluasi ide kamu dan menentukan kemungkinan menghasilkan keuntungan darinya. Dokumen ini mencantumkan beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan ketika mengevaluasi ide kamu.

Apakah Ide Kamu Benar-Benar Asli?

Kamu perlu meneliti apakah ide kamu benar-benar asli atau apakah orang lain memiliki produk atau jasa yang serupa. Untuk berinovasi di pasar baru, yaitu melakukan sesuatu yang tidak dilakukan orang lain, mungkin lebih menguntungkan daripada bersaing dengan perusahaan yang menawarkan produk atau layanan serupa. Seorang spesialis bisnis atau mentor dapat membantu kamu mengevaluasi atau meningkatkan konsep bisnis asli kamu.

Apakah Orang-Orang Bersedia Untuk Membeli Produk Atau Jasa Kamu?

Ide-ide bagus hanya dapat diterjemahkan ke dalam bisnis yang menguntungkan jika orang mau membeli produk atau jasa. Pertama, kamu perlu menentukan target audiens untuk produk kamu. Apakah kamu berniat menjual kepada anak muda atau manula? Apakah produk kamu terutama ditujukan untuk wanita, pria, atau keduanya?. Apakah kamu akan menjual kepada orang lain, ke perusahaan lain, atau kepada pemerintah?. Berapa tingkat penghasilan yang harus dimiliki orang untuk dapat membeli produk atau jasa kamu?

Setelah kamu tahu siapa yang akan kamu targetkan, kamu harus mempertimbangkan melakukan riset pasar untuk mengetahui apakah audiens target kamu akan tertarik untuk membeli produk atau jasa kamu dan berapa banyak mereka akan bersedia membayar untuk itu. Jika orang tertarik dengan produk atau layanan kamu, tetapi tidak mau membelinya, kamu dapat mempertimbangkan model bisnis lainnya. Perusahaan, terutama di sektor jasa, menawarkan layanan mereka secara gratis atau dengan harga rendah, tetapi mampu menghasilkan keuntungan dengan cara lain, seperti iklan.

Siapakah Pelanggan Kamu?

Sebelum kamu menjual sesuatu, kamu harus tahu kepada siapa kamu menjualnya. Jika kamu tidak menentukan apa target pasar kamu, kamu dapat mencoba untuk memenuhi kebutuhan terlalu banyak pelanggan yang berbeda, yang dapat mengarahkan kamu untuk menawarkan produk yang tidak diinginkan atau jasa yang tidak ada yang membutuhkan.

Dengan melakukan penelitian, kamu dapat menentukan kelompok usia, jenis kelamin, gaya hidup, dan karakteristik demografis lainnya dari orang-orang yang telah menunjukkan minat pada produk atau layanan kamu. Penting untuk memberikan statistik, analisis, angka, dan fakta pendukung yang dapat menunjukkan kepada pembaca bahwa ada permintaan untuk produk atau jasa kamu.

Ketika kamu merilis profil umum pelanggan, kamu dapat menggambarkannya menggunakan elemen-elemen berikut:

  1. Usia
  2. Jenis kelamin
  3. Status perkawinan
  4. Tempat tinggal
  5. Ukuran dan deskripsi rumah tangga
  6. Pendapatan
  7. Tingkat pendidikan
  8. Profesi
  9. Minat, profil belanja (apa yang diinginkan pelanggan kamu?)
  10. Asal budaya, etnis dan ras

Misalnya, pabrikan pakaian mungkin mempertimbangkan banyak target pasar potensial: balita, atlet, atau remaja. Dengan membuat potret umum dari masing-masing pasar potensial, kamu dapat memutuskan mana yang paling realistis, menimbulkan risiko paling kecil, atau paling mungkin menghasilkan laba. Survei pasar terhadap kelompok target yang paling mungkin juga dapat membantu kamu membedakan pasar target nyata dari peluang yang lebih tidak mungkin.

Setelah kamu mengidentifikasi target audiens kamu, kamu akan ingin mengetahui kebutuhan dan preferensi mereka. Berikut adalah beberapa informasi yang ingin kamu ketahui tentang pelanggan potensial kamu:

  1. Apakah mereka memiliki masalah yang dapat dipecahkan oleh produk atau jasa kamu?
  2. Apa kebutuhan dan harapan mereka untuk produk atau jasa?
  3. Kategori barang apa yang mereka inginkan?
  4. Bagaimana mereka menghabiskan uang mereka?
  5. Di mana mereka berbelanja?
  6. Bagaimana mereka membuat keputusan tentang pembelanjaan?
Perhatikan bahwa jika kamu ingin menentukan profil klien kamu dan memahami kebutuhan mereka, kamu perlu melakukan riset pasar.

Apakah Kamu Mampu Bersaing Dengan Perusahaan Yang Ada?

Setelah kamu mengidentifikasi pelanggan kamu, kamu perlu mengetahui siapa lagi yang menjual produk serupa dan di mana. Apakah kamu akan bersaing dengan perusahaan yang telah memasarkan produknya?. Jika ide kamu adalah produk konsumen, periksa apakah toko dan katalog menawarkan atau mengunjungi pameran dagang untuk mencari tahu apa produk lain yang tersedia dan perusahaan mana yang memasarkannya. Kamu perlu menentukan mengapa pelanggan akan membeli dari kamu daripada dari pesaing. Apakah produk kamu lebih tinggi atau lebih rendah dari perusahaan lain?. Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah melakukan riset pasar menggunakan data yang tersedia atau melakukan survei kamu sendiri.

Bagaimana Kamu Mendistribusikan Produk Atau Jasa Kamu?

Mungkin lebih mudah untuk memulai bisnis kamu sendiri daripada mencoba meyakinkan orang lain untuk mendistribusikan produk atau layanan kamu. Banyak pembeli potensial lebih bersedia bernegosiasi dengan perusahaan sebagai pemasok daripada mengambil kembali produk atau penemuan dari orang yang independen.

Bagaimana Kamu Meningkatkan Produk Atau Layanan Kamu?

Sebuah ide atau penemuan hanya akan terbayarkan jika kamu memiliki pelanggan untuk membelinya. Sudahkah kamu mempertimbangkan bagaimana pelanggan akan mengetahui atau menemukan produk kamu?. Berikut ini cara memasarkan produk kamu:

  1. Di Internet melalui situs web
  2. Dalam pameran dagang dan oleh asosiasi profesional
  3. Dengan beriklan di surat kabar, di radio, atau televisi
  4. Melalui distribusi brosur.

Apakah Kamu Perlu Melindungi Kekayaan Intelektual Untuk Ide Kamu?

Kamu mungkin ingin melindungi ide kamu, penemuan atau menyalin produk oleh orang lain. Kamu perlu tahu apakah hasil nyata dari aktivitas intelektual kamu memenuhi syarat untuk perlindungan kekayaan intelektual dan bagaimana mendapatkannya.

Apakah Ada Pembatasan Pemerintah Yang Dapat Mengakibatkan Batasan Atas Pengoperasian Ide Kamu?

Sebelum melangkah maju dengan konsep bisnis kamu, kamu harus tahu apakah ada peraturan yang dapat melarang atau membatasi penjualan produk atau layanan yang diusulkan, atau kegiatan bisnis kamu.

Apa Saja Sumber Daya Yang Diperlukan Untuk Meluncurkan Bisnis Kamu?

Mengembangkan rencana bisnis yang solid dapat menjadi sangat penting untuk keberhasilan bisnis kamu. Sebuah rencana bisnis akan membantu kamu menentukan berapa banyak uang yang kamu butuhkan untuk memulai bisnis kamu. Selain itu, pemberi pinjaman atau investor akan ingin meninjaunya untuk menentukan kelayakan kamu untuk pembiayaan. Rencana kamu harus memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana kamu berencana untuk membuat keuntungan dan termasuk perkiraan penjualan yang diproyeksikan di tahun pertama. Dasarkan perkiraan kamu pada ukuran pasar kamu, pesaing kamu, harga kamu, rencana pemasaran dan tren di industri. Juga tentukan dalam rencana kamu pengeluaran yang direncanakan untuk hal-hal seperti persediaan, sewa, gaji, dan asuransi.

Di Mana Kamu Bisa Menemukan Bantuan Untuk Menentukan Dan Mengevaluasi Ide Kamu?

Ketika kamu memikirkan suatu ide, kamu mungkin memerlukan bantuan di sepanjang jalan. Kamu bisa mendapatkan bantuan penasihat profesional seperti pengacara, akuntan, dan konsultan bisnis.

Posting Komentar

Posting Komentar