vdl1jvhUREXimeotdlAVPOH1KmIdVXgDADlOoIMv
Bookmark

Bunga Harapan | Puisi pendek tentang cinta

Puisi Cinta
Judul: Bunga Harapan
Oleh: Adhoetz (1990-2080)

Ketika derai ombak bergulung
Ku taburkan satu persatu harapanku
Yang sudah merekah diantara kepingan hati
Terdapat sebuah karangan hati

Seiring berjalannya waktu
Hembusan angin yang kurasakan seperti
Mencintai dirimu…
Dan Mengejarmu

Garis senja tergambar jelas dengan warna kejinggaan di upuk Barat
sebentar lagi akan menjelang gelap.
Mengakhiri hadirnya siang di hari.
Seperti dirimu yang dulu ada lalu menghilang wahai bunga harapan

Setitik cahaya sudah lebih dari cukup…
Jika dapat mampu menerangi hati…
Secercah harapan sebaiknya akan terasa lebih indah…
Jika mampu menghadirkan suatu kebahagian…

Seperti hujan yang turun di siang ini
saat angin bernafas lebih deras
menyibak rerumputan dan melambaikan rumpunan ranting pohon yang berimbun daun

Seakan seperti melambaikan tangan untuk mengundang awan mendung agar segera berkumpul
Dan itu semua untuk menyirami sang bunga harapan

Masih ku tunggu dirimu di pajar yang akan datang
mengharapkan adanya sebuah pertemuan
walau cinta ini sudah tidak lagi utuh
serta rindu yang tidak lagi membiru dan rasa yang sudah menjadi biasa
tetap aku tunggu dirimu, tetap aku yakinkan hati ini untuk dirimu.

Sampai detik ini aku masih berharap pada bintang
Dan pada detik ini juga aku masih berharap bisa menyentuh pelangi
yang aku tahu bunga harapan itu dapat menjatuhkanku
Dan yang  aku rasa harapan itu dapat menyakitkanku

Hanya mampu untuk menatap dari kejauhan yang bisa aku lakukan
Karena mendekatimu hanyalah sebuah harapan tanpa suatu kepastian
Tangan ini terlalu kecil untuk menggapai dirimu yang terlalu tinggi
Mungkinkah kau terlalu putih untuk aku miliki..???

Banyak waktu yang terbuang di hari kemarin
semua berawal dari ego, dan kita malah larut didalamnya
sekarang umurmu makin bertambah
dan aku belum menjadi apapun yang kau mau
sampai detik ini aku masih bukan siapa siapa dan bukan apa apa

Dan kini hanya sebagai bunga harapan yang tersisa dalam cinta, meski hati ini tidak lagi bersama, lalu ku rapalkan doa diantara terangnya sinar bulan dan bintang

Posting Komentar

Posting Komentar