vdl1jvhUREXimeotdlAVPOH1KmIdVXgDADlOoIMv
Bookmark

Dakwah Alquran Dan Sunnah Islami, Kumpulan kata terbaik

Kumpulan kata mutiara islami terbaik tentang Al-Qur’an dan Sunnah

Dakwah Alqur’an Dan Sunnah Islami Janganlah Jauhkan Diri`ku Dari 3 Perkara :
-Solat`Ku,
-Kedua Org Tua`Ku &
-Sahabat² Yang Aku Sayangi… AAMIIN

Assalamualaikum wr wb. Dusta bagai panas membara karena ke rasakan sifat setan maka yg berdusta lagi berteman setan.

Barang Siapa Yang Melihat Kuasa Allah SWT Dan Mengucapkan Masya Allah, Maka Allah Akan Bukakan 7000 Pintu Rejeki Baginya

Menasehati, menebar tausiyah kebaikan atau menyiarkan artikel islam di social media termasuk BERDAKWAH. Memang jalan dakwah itu tidak mudah, sebab iblis tidak senang apabila anak adam (manusia) menjadi sholeh/sholehah, mengikuti perintah ALLAH Ta’ala.

Terkadang syetan menghalangimu untuk berdakwah dengan berbagai ancaman:

Akan dijauhi…
Akan dibenci…
Akan dicaci maki..
Akan dipaksa mengungsi..
Akan dimasukkan dalam sel berjeruji..
Akan ditikam pisau belati…

Terkadang iblis menghalangimu untuk berdakwah dengan alasan:

Ilmumu belum lulus..
Niatmu belum lurus..
Keluarga dan dirimu belum kau urus..
Ekonomimu masih kurus..

Itulah yang membuat dirimu bungkam seribu bahasa…
Diam tiada menyapa…
Pejam mata dan tutup telinga..
Pura-pura tak tau kemungkaran ada..
Tak perduli untuk menyeru ke surga…
Engkau salah Saudara..

Teruslah berdakwah sekalipun dihina.
Tetaplah beramar *ma’ruf walau dicerca…
Sebar kebaikan walau tak dianggap ada..
Cegah kemungkaran seberapa kau bisa…

Ulama kita berpesan…
تكلم وامض !

“Sampaikan saja kemudian jalan dan tinggalkan!”.

Ingat,
Bukan urusanmu ketika dakwahmu diterima atau ditolak…

Engkau disambut bagai pahlawan atau disepak..
Engkau ditaburi bunga atau dijebak..

Itu urusan Yang Di Atas…

Urusanmu hanya sebatas menyampaikan…
Selepas berkata-kata jalan dan tinggalkan..
Entah dakwahmu diterima setelah sehari atau sebulan…

Atau selama-lamanya diabaikan hingga hayatmu tak lagi dikandung badan..

Jangan ambil peduli dan terlalu jadi beban fikiran..
Tugas dan kewajiban kita menyampaikan nasehat kebenaran dan kebaikan, Adapun Hidayah itu adalah urusan ALLAH…

Semoga kita mendapatkan fadhilah hadits ini Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, 89

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

Atau kita akan menjadi perantara hidayah seseorang,

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

فَوَ اللهِ ، لأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِداً خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرِ النَّعَمِ

“Demi ALLAH, apabila ALLAH memberikan hidayah kepada seorang laki-laki dengan perantaraan usahamu, maka hal itu lebih baik daripada engkau memiliki unta-unta merah.”

(Muttafaq ‘Alaih).
(Al habib Quraisy Bahrun)
Allahumma Shalli ‘Alaa Sayyidina Muhammad
Wa ‘Alaa Aali Sayyidina Muhammad..

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saudara-saudara dan saudara-saudaraku di dalam Allah…

Ya Allah, berkatilah Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya…

AYAT KURSI MENJELANG TIDUR Dakwah Alqur’an Dan Sunnah Islami

Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya.

“Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W,” gertak Abu Hurairah.

Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek : “Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan.”

Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada fakir miskin ? Hanya saja, cara memang keliru. Mestinya jangan keliru.

Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Nabi S.A.W. Maka beliau bertanya: ′′ Apa yang dilakukan kepada tawananmu kemarin, wahai Abu Hurairah?”

Ia mengeluh, ′′ Ya Rasulullah, bahwa ia adalah seorang miskin, keluarganya memiliki banyak makanan,” kata Abu Hurairah. Lalu di jelaskan olehnya, bahwa dia kasihan pencuri itu,, lalu dia membiarkannya pergi.

“Bohong dia,” kata Nabi : “Pada hala nanti malam ia akan datang lagi.”

Karena Rasulullah S.A.W bersabda demikian, maka kepeduliannya diperketat, dan kewaspadaan semakin meningkat. Dan, sungguh, pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kemarin. Dan kali ini dia tertangkap.

′′Aku akan menghadapkanmu kepada Nabi S.A.W,” ancam Abu Hurairah, seperti kemarin. Dan pencuri sekali lagi minta ampun: ′′ Saya miskin, keluarga saya banyak. Aku berjanji besok tidak akan kembali lagi.”

Kasihan Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan kali ini dia lepas lagi. Pagi pagi kejadian dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya seperti kemarin. Dan setelah mendapat jawaban yang sama, sekali lagi Nabi bersikeras: ′′ Maling itu bohong, dan nanti malam akan kembali lagi.”

Malam itu Abu Hurairah waspada dengan kecerdasan dan kecerdasan penuh. Mata, telinga, dan perasaannya dipasang dengan baik. Dilihat dari dekat setiap gerakan di sekitarnya dua kali dia dibohongi oleh seorang pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang sebagaimana sabda Rasulullah dan dia menangkapnya, maka dia bertekad untuk tidak membiarkannya pergi lagi. Hatinya tidak sabar menunggu pencuri neraka datang. Dia marah. Kenapa si maling dilepas kemarin begitu saja sebelum diseret ke Nabi S.A.W? Mengapa hanya ingin dia diselingkuhi? ′′ Awas!” ucapnya dalam hatinya. ′′ Kali ini aku tidak akan memberi maaf.”

Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri longgokan makanan yang dia jaga. “Nah, benar juga, ia datang lagi,” katanya dalam hati. Dan tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-gerinya.

“Kali ini kau pastinya kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi ke mari, tapi ternyata kau kembali juga. Lepaskan saya,” pencuri itu memohon. Tapi, dari tangan Abu Hurairah yang menggenggam erat-erat dapat difahami, bahawa kali ini ia tidak akan dilepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa ahirnya pencuri itu berkata : “Lepaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna.”

“Kalimat-kalimat apakah itu?” Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu. “Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi.”

Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Agaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang.

Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S.A.W untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi.

“Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” tanya Rasul sebelum Abu Hurairah sempat menceritakan segalanya.

“Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia saya lepaskan,” jawab Abu Hurairah.

“Kalimat apakah itu?” tanya Nabi.
Katanya : “Kalau kamu tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan ia katakan pula : “Jika engkau membaca itu, maka engkau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari.”

Menanggapi cerita Abu Hurairah, Nabi S.A.W berkata, “Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta.” Kemudian Nabi S.A.W bertanya pula : “Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang ertemu denganmu tiap malam itu?”

“Entahlah.” Jawab Abu Hurairah.
“Itulah syaitan.”

Sekian Dan Semoga Bermanfaat 
Dan Tuhan tahu yang benar………

HIDUP DIDUNIA INI BUKAN SIAPA YANG CANTIK ATAUPUN GANTENG, JADILAH YANG TERBAIK NIAT UNTUK ALLAH SWT SEMATA
KARNA HIDUP DIDUNIA JADILAH MANUSIA YANG SEMPURNA DAN MEMPUANYAI LANDASAN IMAM BISA BERBUAT BAIK SESAMANYA HIDUP TAMPA DILANDASI IMAM SEMUA AKAN SIA-SIA ADANYA KELAT AJAL NAUZUBILAHIMINZALIK

Saat pakaian kita kotor, kita pasti akan segera mencucinya. Namun apakah demikian juga yang kita lakukan dengan hati kita?

Cara mencuci hati adalah dengan tangisan air mata penyesalan dan ucapan istighfar serta senantiasa berdzikir mengingat Allah Ta’ala
(Khalid al-Mushlih)

10 CARA MEMBERSIHKAN HATI :

  1. Jaga solat fardu
  2. Selalu baca al-Quran
  3. Jangan salah orang
  4. Tutup aib orang
  5. Jangan bandingkan rezeki orang lain dengan kita
  6. Sentiasa rasa bersyukur
  7. Sentiasa rasa cukup
  8. Rajin istighfar
  9. Tundukkan pandangan
  10. Banyak sedekah

*Jaga shalat, walaupun kita bukan orang yang baik. #pengingat_diri
Barakallahu fiikum.. Salam ukhuwah sahabat fillah

(Sayed Almaman Haqi As-gaf )

Bismillahirrahmanirrahim

Allahummashalli ‘alaa Muhammad wa’alaa aalihi wa ashabihi wadlurriyatihi
washallim.
  • Alhamdu = Anggota Tubuh kita
  • Lilallahi = Nyawa pada kita
  • Rabbil = Roh pada kita
  • Alamin = Otak pada kita
  • Ar-Rahman = Bapak kita
  • Ar-Rahim = Ibu kita
  • Maliki Yaumidin = Jantung pada kita
  • Iyyakana’budu wa iyyaka nasta’iin = Tangan di dada
  • Ihdinaas shiraathal mustaqiim = Tulang belakang kita
  • Shiraathalladzina an’amta alaihim = Hati pada kita
  • ghairil magh dhubi alaihim = Hati kura pada kita
  • waladh dhaallin = Empedu pada kita
Aamiiin = Rahasia diri kita

“MAKSUD AYAT-AYAT DALAM AL-FATIHAH”

BISMILLAHIRAH MANIRRAHIM = Ya Muhammad, Aku mengatakan RahasiaKu kepada Engkau.

ALHAMDULILLAH = Ya Muhammad, Aku memuji DiriKu

RABBIL’ALAMIN = Ya Muhammad, pekerjaan Dzahir batin itu Aku jua…

ARRAHMAANIR RAHIM = Ya Muhammad, yang membaca itu Aku jua memuji diriKu.

MALIKIYAU MIDDIN = Ya Muhammad, Engkau adalah ganti kerajaanKu

IYYA KA’NA BUDU = Ya Muhammad, tiada lain Aku kepada Engkau.

WAIYYA KANAS TA’IN = Ya Muhammad, tiada lain engkau dari padaKu.

IHDINAS SIRARTAL MUSTAQIM = Ya Muhammad, tiada yang tahu melainkan Engkau juga yang mengetahui.

SIRATAL LAZI NA AN’AM TA’ALAIHIM = Ya Muhammad, sesungguhnya sekalian yang ada ini karenaKu dan KekasihKu.

GHAIRIL MAGDU BI’ALAIHIM = Ya Muhammad, tiada lupa Aku maka umatku sekalian Aku katakana RahasiaKu.

WALAD DOOOLLLIN = Ya Muhammad, jikalau tiada kasih Aku, maka tiada Engkau dan tiada pula RahasiaKu.

AAMIIIIN = Ya Muhammad, kamu adalah RahasiaKu.

“MA’NA RAHASIA “NUR” DARI AL-FATIHAH”

BISMILLAHIRAH MANIRRAHIM = Nur Muhammad

ALHAMDULILLAH HIRABBIL’ALAMIN = Kepada Nabi Adam

ARRAHMAANIR RAHIM = Kepada Nabi Daud

MALIKIYAU MIDDIN = Kepada Nabi Sulaiman

IYYA KA’NA BUDU WAIYYA KANAS TA’IN = Kepada Nabi Ibrahim

IHDINAS SIRARTAL MUSTAQIM = Kepada Nabi Yakub

SIRATAL LAZI NA = Kepada Nabi Yusuf

AN’AM TA’ALAIHIM = Kepada Nabi Musa

GHAIRIL MAGDU BI’ALAIHIM = Kepada Nabi Isa

WALAD DOOOLLLIN = Kepada Nabi Muhammad SAW.
AAMIIIN = Dia yang buka Dia juga yang tutup semua terhimpun dalam Nur Muhammad jua…

“ RAHASIA ALHAMDU“

أَHakekat niat = Subuh = Syahadat = Rahasia = Nabi Adam = Innashalati = Qulhuawallahu ahad.

ﻞ = Hakekat berdiri = Dzohor = Sholat = Dzat = Nabi Ibrahim = Wanusuki = Allahussamad.

ﺡ = Hakekat ruku = Ashar = Puasa = Sifat = Nabi Nuh = Wamahyaaya = Lamyalid walamyuulad.

ﻡ = Hakekat sujud = Magrib = Zakat = Asma = Nabi Musa = Wamamaati = Walamyaqullahu.

ﺪ = Hakekat duduk antara dua sujud = Isa = Haji =Af’al = Nabi Isa = lillahi rabbil alamin = Qufuan ahad.

ALHAMDU = Nur Muhammad = Sumber segala kejadian Alam ini

Telah diisyaratkan dalam Al-Quran dengan kata “Nurun ala Nurin” = Nur yang hidup dan menghidupkan

(Maksudnya : Nur yang di Agungkan dan dibesarkan di Alam semesta ini, yang hidup dan maujud pada tiap-tiap yang hidup dan yang ujud di Alam semesta)

Inilah Kebesaran Hakekat Muhammad yang sebenar-benarnya, yang dipuji dengan kalimah “ALHAMDU”

“ALHAMDU = Kesempurnaan tajalli NUR MUHAMMAD”

Tajjalinya dalam diri yang Batin adalah :

ﺍ (Alif) = Al Haq = Ke-Esa-an = Kebesaran Nur Muhammad, tajjalinya = Roh bagi kita.

ﻞ (Lam) = Latifun = Kesempurnaan Nur Muhammad, tajallinya = Nafas bagi kita,

ﺡ (Ha) = Hamidun = Kesempurnaan Berkat Nur Muhammad, tajallinya = Hati, Akal, Nafsu Penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa bagi kita.

ﻡ (Mim) = Majidun = Kesempurnaan Safa’at Nur Muhammad, tajallinya = Iman, Islam, Ilmu, Hikma bagi kta.

ﺪ (Dal) = Darussalam = Kesempurnaan Nikmat Nur Muhammad, tajallinya = Kulit, Bulu, Daging, Urat, Tulang, Otak, Sumsum bagi kita.

Tajallinya pada diri yang Dzahir adalah :

ﺍ (Alif) = kepala bagi kita,
ﻞ (Lam) = dua tangan bagi kita,
ﺡ (Ha) = badan bagi kita,
ﻡ (Mim) = pinggang bagi kita
ﺪ (Dal) = dua kaki bagi kita.

Yang di-Esa-kan dengan ASYAHADU = ALHAMDU yaitu :

ﺍ (Alif) = Al-Haq = Yang di-Esa-kan dan yang dibesarkan di sekalian Alam semesta.

ﺶ (Syin) = Syuhudul Haq = Yang diakui bersifat Ketuhanan dengan sebenar benarnya.

ﺡ (Ha) = Hadiyan Muhdiyan ilal Haq = Yang menjadi petunjuk kepada jalan/Agama yang Haq.

ﺪ (Dal) = Daiyan ilal Haq = Yang selalu memberi Peringatan kepada jalan/Agama yang Haq.

ALHAMDU = “Alhayyaatu Muhammadu” = kesempurnaan tajjalli Nur Muhammad.

Bahwa :
ADAM = Nama Syariat = Nama Hakekat = Nama kebesaran bagi kesempurnaan tajjali Nur Muhammad,

MUHAMMAD = Nama ke-Esa-an yang menghimpun nama Adam + nama Allah

Bahwa :
(Adam daminnya ‘Hu’) = (Muhammad daminnya ‘Hu’) = (Allah daminnya ‘Hu’)

Sedangkan, ‘Hu’ makna Syariat = Dia seorang laki-laki

‘Hu’ makna Hakekat = Esa = Tiada terbilang-bilang

Isyarat ‘Hu’ dalam Al-Quran :

“Huwal hayyun qayyum” = yang hayyun awal, dan tidak ada permulaannya.

“Huwal aliyyil adzim” = yang bersifat dengan sifat-sifat kesempurnaan lagi maha besar.

“Huwal rahmanur rahim” = yang bersifat rahman dan rahim.

“Huwal rabbul arsyil karim” = yang memiliki Arasy yang maha mulia,

(ARASY = Nama kemuliaan diri Nabi kita yang sebenar benarnya = Nama majazi bagi sesuatu tempat = Suatu alam gaib yang dimuliakan)

Bahwa :
Yang bernama ABDULLAH itu adalah Nabi kita yang bernama MUHAMMAD itu sendiri.

Abdullah = Muhamad = Penghulu sekalian Alam

Semuanya nama-nama yang mulia, dilangit dan dibumi itu adalah nama-nama kemuliaan dan kesempurnaan dari tajalli NUR MUHAMMAD itu sendiri, dan menjadi nama majazi pada tiap tiap wujud yang dimuliakan pada alam ini.

IsyaratNya dalam Al Qur’an :
“Wahuallazi lahu fiisamaawati wafil ardhi illahu”
“Dan Dialah yang sebenar benarnya memiliki sifat sifat Ketuhanan yakni sifat kesempurnaan yang ada dilangit dan sifat kesempurnaan yang ada di bumi”

“Lahul Asma’ul Husna”

“Hanyalah Dia yang sebenar benarnya memiliki nama nama yang mulia dan yang terpuji yang telah maujud pada semesta alam ini”.

Bahwa :
“Hakekat kebesaran Nur Muhammad itu meng-himpun-kan 4 jenis alam, yaitu :

  1. Alam HASUT = Alam yang terhampar di langit dan bumi dan segala isinya.(Maksudnya : Hasut pada diri kita = Anggota jasad, Kulit, Daging, Otak, Sumsum, Urat, Tulang)
  2. Alam MALAKUT = Alam gaib bagi malaikat-malaikat (Maksudnya : Malakut pada diri kita = Hati, Akal, Nafas, Nafsu, Penglihatan, Pendengaran, Penciuman, Perasa dan sebagainya)
  3. Alam JABARUT = Alam gaib bagi Arasy, Kursi, Lauhul Mahfudz, Surga, Neraka (Maksudnya : Jabarut pada diri kita = Roh, Ilmu, Hikmah, Fadilat, Hasanah yaitu segala sifat yang mulia dan terpuji)
  4. Alam LAHUT = Alam gaibul gaib kebesaran Nur Muhammad (Maksudnya : Lahut pada diri kita = Batin tempat Rahasia, Iman, Islam, Tauhid dan Makrifat)
  5. (Maksudnya lagi : 4 Alam diatas = Wujud kesempurnaan tajalli Nur Muhammad = terhimpun kepada kebenaran wujud diri Rasulullah yang bernama Insanul Kamil)

Hal ini menjadi berkah dan “Faidurrabbani” yakni kelebihan bagi tiap tiap mukmin yang ahli tahkik, bahwa mereka itu adalah “Wada syatul Ambiya” yakni mewarisi kebenaran batin nabi nabi dan rasul rasul dan mukmin yang tahkik itulah yang dinamakan Aulia Allah, namun kebanyakan mukmin itu tidak mengetahui bahwa dirinya adalah Aulia yang sebenarnya.

bahwa :
Muhammad itu ada dua rupa atau dua makna :

  1. Muhammad yang bermakna Qadim Azali = diri Muhammad yang pertama, yang tidak kenal mati selama lamanya. (Maksudnya : Muhammad diri yang pertama = yang awal Nafas + yang akhir Salbiah + yang dzahir Ma’ani + yang batin Ma’nawiyah)
  2. Muhammad yang bermakna Muhammad Bin Abdullah = Insanul Kamil yang mengenal mati. (Maksudnya : Muhammad diri yang kedua = yang bersifat manusia biasa, yang berlaku padanya “Sunnatu Insaniah” yaitu “Kullu nafsin zaikatul maut” namun jasad Nabi kita adalak Qadim Idhofi = tiada rusak, selama-lamanya di kandung bumi)

“Innallaha azza wajalla harrama alal ardhi aiya kulla azsadal ambiya”

“Bahwasanya Allah Ta’ala yang maha tinggi telah mengharamkan akan bumi menghancurkan jasad para nabi nabi”

Dalam Dakwah Alqur’an Ingat hal dibawah ini baik-baik Sesuai sunnah islam

Agar pemahaman ini tidak sama seperti pemahaman yang ada pada paham-paham yang lain diluar ini, maka perlu kita tetapkan dahulu paham kita sebagai berikut:
  1. Bahwa Nabi kita Muhammad, yang Muhammad itu adalah manusia biasa seperti kita, hanyalah dilebihkan Ia dengan derajat ke-Rasul-an.
  2. Bahwa tiap-tiap manusia itu sendiri, baik pada hukum aqli maupun hukum naqli, mempunyai dua macam diri yakni Diri pertama = Diri Hakiki = Rohani, dan Diri kedua = Diri Majazi = Jasmani, Dan diri yang kedua atau diri jasmani itulah kemuliaan bagi Rasulullah maka dinamakan Insanul Kamil.
  3. Bahwa diri Hakiki yang bermakna Rohani itulah yang bernama Muhammad. Dialah yang Qadim Azali, Qadim Izzati, Qadim Hakiki, itulah makna yang dirahasiakan yang menjadi ke-Esa-an segala sifat kesempurnaan yang 99Jalannya kebesaran wujud Roh Nabi kita itulah yang diisyaratkan oleh kalimah “Huallah” jadi makna Muhammad itu Tahkiknya adalah “Ainul Hayyat” yakni wujud sifat yang hidup dan yang menghidupkanMaka itu juga yang diisyaratkan dengan kalimah “Laa illaha illallah” dan yang dibesarkan dengan kalimah “Allahu Akbar” dan yang dipuji dengan kalimah “Subbhanallah walhamdulillah” dan sebagainya lagi Itu juga yang dipuji dengan “ALHAQ QULHAQ” oleh seluruh malaikat-malaikat Mukarrabin.
  4. Bahwa diri Majazi yang bermakna Jasmani itulah yang bernama Insanul Kamil.Muhammad majazi = Muhammad yang kedua yang menempuh Al-Maut namun jasad Nabi itu adalah Qadim Idhofi.Jasad Nabi kita itulah diisyaratkan oleh ayat Al-Quran “Barakallahu fii wujudil karim” = “Maha sempurnalah sifat Allah pada kedzahiran wujud yang sebaik baik rupa kejadian itu”.

Hadist Qudsi = “ Dzahiru Rabbi wal batinu abdi” = Kedzahiran sifat kesempurnaan Allah itu adalah maujud pada hakekat kesempurnaan seorang hamba yang bernama Muhammad Rasulullah itu. = maujud dengan rupa Insanul Kamil,

maka rupa wujud Insanul Kamil itulah yang diisyaratkan oleh Al-Quran dengan “Amfusakum” = “Wujud Diri Kamu Sendiri”.

“Wafi amfusakum afalaa tubsirun” = “Dan yang diri kami berupa wujud insan itu apakah tidak kamu pikirkan”. = yang menjadi diri hakiki atau diri pertama pada insan itu.

Pada hakekatnya “diri kedua” adalah kebenaran dan kesempurnaan Roh Nabi kita yang bernama Muhammad itu semata mata,

(Maksudnya : Diri kedua = Insan yang kedua = Rupa Muhammad yang nyata = yang Nasut = Kebenaran Roh Nabi kita yang bernama Muhammad yang diisyaratkan oleh Al-Quran)

“ALLAHU NURUSSMA WATIWAL ARDHI” = Kebenaran Nur Allah itu ialah Maujud di langit dan dibumi.

“NURUN ‘ALA NURIN” = Nur yang hidup dan yang menghidupkan atas tiap tiap wujud yang hidup pada alam ini,

Isyarat perkataan 4 sahabat Rasulullah :

Saidina Abu Bakar Siddik r.a.

ﻮﻤﺎﺮﺍﻳﺖ ﺷﻳﺎﺀﺍﻶ ﻮﺮﺍﻳﺖﺍﷲ

(Tidak aku lihat pada wujud sesuatu dan hanyalah aku lihat kebenaran Allah semata mata DAHULUNYA)

Umar bin Khattab r.a :
“Maa ra’aitu syaian illa wara’aitullahu ma’ahu”
(Tidak aku lihat pada wujud sesuatu dan hanyalah aku lihat kebenaran Allah Ta’ala semata-mata KEMUDIANNYA)

Usman bin Affan r.a :
ﻮﻤﺎﺮﺍﻴﺕ ﺘﺒﻳﺎ ﺍﻶ ﻮﺮﺍﻴﺕ ﺍﷲ ﻤﻌﻪ

(Tidak aku lihat pada wujud sesuatuhanyalah aku lihat kebesaran Allah Ta’ala semata-mata BESERTANYA)

Ali bin Abi Talib r.a :

ﻮﻤﺎﺮﺍﻴﺕ ﺷﻴﺎﺀﺍﻶ ﻮﺮﺍﻴﺕ ﺍﷲ ﻓﻴﻪ
(Tidak Aku lihat pada wujud sesuatu hanyalah aku lihat kebesaran Allah Ta’ala semata-mata MAUJUD PADANYA).

Itulah isyarat-isyarat ayat Dalam dakwah Al Qur’an dan sunnah islam

“Wakulli hamdulillah sayurikum aayaatihi faakhiru naha”

“Dan ucapkanlah puji bagi Allah karena sangat nampak bagi kamu pada wujud diri kami itu sendiri, akan tanda tanda kebesaran Allah Ta’ala, supaya kamu dapat mengenalnya”

Sabda Nabi Muhammad saw :
“Mamtalabal maula bikhairi nafsihi fakaddalla dalalam baida”
”Barang siapa mengenal Allah Ta’ala diluar dari pada mengenal hakikat dirinya sendiri., maka sesungguhnya adalah ia sesat yang bersangat sesat.

Karena hakekat diri yang sebenarnya, baik rohani dan jasmani tidak lain adalah wujud kesempurnaan tajalli NUR MUHAMMAD itu semata-mata.

Maka apa-apa nama segala yang maujud pada alam ini, baik pada alam yang nyata dan alam yang gaib adalah semuanya nama majazi bagi kesempurnaan tajalli NUR MUHAMMAD.

Adapun makna Syahadat itu adalah :

“ASYHADUALLA ILAHA ILLALLAH”
Naik saksi aku bahwasanya Rohku dan Jasadku tidak lain, melainkan wujud kesempurnaan tajalli NUR MUHAMMAD semata-mata.

“WA ASYHADUANNA MUHAMMADARRASULULLAH”
Dan naik saksi Aku bahwa hanya MUHAMMAD RASULULLAH itu tiada lain, melainkan wujud kebenaran tajalli NUR MUHAMMAD yang sebenar benarnya

Maka kesempurnaan Musyahadah, Murakabah, dan Musyafahah, yakni ke-Esa-an pada diri yaitu pada keluar masuknya Nafas..

  • Tidak ada lagi “LAA”
  • Tetapi hanya “ILLAHA”
  • Tidak lain Nafsi ”ILLAHU”
    Melainkan wujud kebesaran NUR MUHAMMAD semata mata.

Billah
Wallahu’alam
Wa-Baarakallaahu Fiikum jamii’an
Wasalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatu
Allahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa’ala ali Muhammadin kamasollaita’ala Ibrahim. Wabarik’ala Muhammadin wa’ala ali Muhammadin kamabarakta’ala Ibrahima fil’alamin.

innaka hamidunmajid
amiin Ya Karim
amiin Ya Wahhab..amiin Ya “Alimun.

Hidayah itu mahal harganya. Tidak semua orang mampu beristiqamah dalam ketaatan kepada Allah. Perlu bermujahadah dengan segenap jiwa dan raga. Semoga diri ku dan diri sesiapa pun juga yang membaca status ini terus kekal dalam ketaatan kepada Allah. Aamiin..

ISTIGHFAR ANAK Bisa Mengangkat Derajat Orang Tuanya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘Azza Wa Jalla meninggikan derajat hamba-Nya yang sholeh di surga,” maka ia pun bertanya: “Wahai Rabbku, bagaimana ini bisa terjadi?” Allah menjawab : “Berkat istighfar anakmu bagi dirimu” (Hadits Riwayat Ahmad Dan Ibnu Majah)

Keutamaan datang ke Masjid lebih awal di hari Jum’at Abu Hurairah berkata; Rasulullah bersabda, “Apabila hari Jumat telah tiba, para malaikat berdiri di setiap pintu Masjid, mencatat orang yang pertama-tama datang dan seterusnya. Apabila Imam telah datang (naik mimbar), maka mereka pun menutup shuhuf (buku catatan) dan bersegera untuk mendengarkan khutbah. Perumpamaan orang yang pertama-tama datang adalah seperti berkorban dengan seekor unta. Kemudian orang yang datang sesudah itu, seperti orang yang berkurban dengan seekor lembu. Kemudian seperti orang yang berkurban kibas. Kemudian seperti orang yang berkurban dengan seekor ayam. Dan kemudian seperti orang yang berkurban dengan sebutir telur.” (HR. Muslim 1416 ).

Ibu, terimakasih telah mengandungku, merawatku dan membesarkanku hingga bengkok tulang belakangmu semoga Allah Balas dengan Surga ter indah Atas semua perjuanganmu.

SUKA ISTIGHFAR? “Barangsiapa yang memiliki sifat suka istighfar, maka Allaah akan menggampangkan rezekinya, memudahkan urusannya, dan menjaga keadaan kekuatannya” (Tafsir Surat Huud Ayat ke-52)

66 Sujud itu indah ketika kau berbisik Di bumi tapi didengarkan Di langit ” 99 “Keadaan paling dekat seorang hamba dari rabbnya adalah ketika dia dalam keadaan sujud, maka perbanyak doa (di dalamnya)” (HR. Muslim)

Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Dan bahwasanya hisab itu akan menjadi ringan pada hari kiamat bagi orang yang menghisab dirinya di dunia.

MUNAJATKU Dalam hening ku meminta.. Ya Alloh Berikanlah kami kesabaran, sembuhkan yang sakit, beri jalan keluar bagi yang punya masalah, lembutkan hati yang keras, beri kemudahan membaya bagi yang punya hutang, karuniakan kami rezeki yang melimpah nan berkah serta jauhkan kami dari keburukan. Aamiin

Jaga shalat, walaupun kita bukan orang yang baik. “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama. (HR.Bukhari Muslim)

Posting Komentar

Posting Komentar