Puisi Cinta, Menganga luka tilas beribu sayat belum sedikit pun menutup Meski ku bekukan hati tak ubahnya bongkah salju kutub Masih pula coba ia buat lebih dalam dan semakin berdarah Seakan tak pernah cukup tapak kaki ini bersimbah merah
Mengapa harus terus melagukan nada dari kilasan lampau Yang tak bisa lagi ku lantunkan walau setengah mengigau Tak seujung jari pun aku ingin menyentuh lembar memori Karena sisa goresnya adalah remahan tajam selayak duri Sesal pun takkan mampu bawa ku kembali merajai waktu
Sia-sia, berharap dulu tak terima darinya sebentuk rasa itu Hanya membuat ku menggenggam angan semu lalu pergi Menuruti hasratnya temukan yang lebih baik untuk berbagi
Lagu itu mungkin masih ada, tapi telah jadi tanpa nyawa Bila dimainkan, tak bisa lagi hadirkan pekik tangis atau tawa Maka tiap baitnya hanya pantas terkunci di peti mati sejarah
Sebab, jika terlantun kembali, menjadikan luka kian bertambah Tiada satu pun dari penggalan syair melodinya sudi ku ingat Hanya sebuah gubahan penuh kepalsuan yang semakin menyayat



Posting Komentar