vdl1jvhUREXimeotdlAVPOH1KmIdVXgDADlOoIMv
Bookmark

Puisi Cinta TILAS BERIBU SAYAT

Puisi Cinta TILAS BERIBU SAYAT
TILAS BERIBU SAYAT

Puisi Cinta, Menganga luka tilas beribu sayat belum sedikit pun menutup Meski ku bekukan hati tak ubahnya bongkah salju kutub Masih pula coba ia buat lebih dalam dan semakin berdarah Seakan tak pernah cukup tapak kaki ini bersimbah merah

Mengapa harus terus melagukan nada dari kilasan lampau Yang tak bisa lagi ku lantunkan walau setengah mengigau Tak seujung jari pun aku ingin menyentuh lembar memori Karena sisa goresnya adalah remahan tajam selayak duri Sesal pun takkan mampu bawa ku kembali merajai waktu

Sia-sia, berharap dulu tak terima darinya sebentuk rasa itu Hanya membuat ku menggenggam angan semu lalu pergi Menuruti hasratnya temukan yang lebih baik untuk berbagi

Lagu itu mungkin masih ada, tapi telah jadi tanpa nyawa Bila dimainkan, tak bisa lagi hadirkan pekik tangis atau tawa Maka tiap baitnya hanya pantas terkunci di peti mati sejarah

Sebab, jika terlantun kembali, menjadikan luka kian bertambah Tiada satu pun dari penggalan syair melodinya sudi ku ingat Hanya sebuah gubahan penuh kepalsuan yang semakin menyayat

Posting Komentar

Posting Komentar